Memahami prinsip-prinsip pengendalian kontaminasi

Memahami prinsip-prinsip pengendalian kontaminasi - Sesudah pelajari materi tentang pengendalian kontaminasi, peserta didik mampu menjelaskan pengertian mengenai kontaminasi kontrol, mengetahui jenis-jenis dan sumber kontaminan serta dampak yang timbul akibat kontaminan.

Memahami prinsip-prinsip pengendalian kontaminasi

Dalam jaga keadaan unit atau mesin alat berat sangat penting untuk mengatur unit mesin dari dampak luar unit yang bisa mengakibatkan kerusakan atau menggangu kerja unit alat berat yang pada akhirannya akan turunkan produktifitas kerja alat. Oleh karenanya, perlu dengan teratur untuk mengatur atau mengecek material di luar yang bisa menggangu kerja unit.

Pengendalian Kontaminasi: Pengertian dan Jenis-Jenis
Area kerja yang kotor
Perlunya pengecekan peralatan alat berat secara rutin dilakukan untuk mencegah terjadinya kerusakan yang lebih lanjut pada unit alat berat, sehingga kerusakan atau ketidaknormalan unit alat berat dapat diketahui lebih dini. Peningkatan tuntutan efisiensi pada unit alat berat mendorong pabrikan untuk memproduksi unit alat berat dengan sistem yang presisi dan tekanan Hydraulic yang lebih tinggi serta sistem-sistem yang lain yang menunjang produktifitas kerja unit lebih baik, ini tentunya membutuhkan perawatan yang lebih salah satunya adalah dengan pengendalian kontaminasi pada sistem-sistem yang digunakan.

Pengertian Pengendalian Kontaminasi

Kontaminan adalah berbagai macam material asing di dalam sistem yang bukan merupakan bagian dari sistem tersebut yang dapat mengakibatkan kerusakan. Pada unit alat berat yang sangat sering terdampak oleh kontaminan antara lain engine, sistem Hydraulic dan sistem transmisi. Oleh karena itu, perlu adanya pengontrolan material dari luar yang dapat menggangu kerja unit.


Pengendalian kontaminasi merupakan program pengontrolan masuknya kontaminan ke dalam sistem yang harus dimengerti, disadari, dan diterapkan oleh setiap bengkel ataupun pemilik unit. untuk menjaga agar unit mempunyai ketangguhan dan dapat menghasilkan nilai tambah dan keuntungan bagi pengguna atau pemilik unit.

Peningkatan tuntutan efisiensi alat berat menghasilkan desain sistem yang menggunakan control elektrik dan Hydraulic tekanan yang yang lebih tinggi dan ketelitian yang lebih presisi. Sistem ini tentunya membutuhkan perawatan yang lebih baik, salah satunya adalah dengan mengontrol kontaminan yang masuk ke dalam sistem yang digunakan. Beberapa aspek yang melatarbelakangi program kontaminasi kontrol adalah:

1. Pengguna Unit Alat berat/ Costumer

Kebutuhan costumer akan unit alat berat yang memiliki performa yang baik, tenaga yang kuat serta konsumsi bahan bakar yang irit, daya yang diaplikasikan lebih tinggi serta siklus kerja (cycle time) yang lebih cepat merupakan idaman custumer sesuai dengan persaingan bisnis yang lebih kompetitif dan kenaikan cost yang tinggi. Untuk itu perlu peralatan yang bagus agar unit alat berat bisa seproduktif mungkin.

2. Trend Industri

Dengan adanya permintaan costumer untuk unit yang memiliki daya yang tinggi, performa yang bagus, maka mendorong perusahaan-perusahaan unit alat berat memproduksi unit yang sesuai dengan keinginan costumer. Sehingga sebagai produsen alat berat perusahaan menggunakan teknologi yang canggih seperti elektro Hydraulic, clearance yang rapat, pressure yang tinggi, dengan sistem ini memungkinkan untuk membuat produk yang lebih produktif dan andal.

3. Fluida

Penggunaan sistem yang canggih seperti pressure yang tinggi, clearance yang lebih rapat menyebabkan fluida dan komponen lainnya lebih sensitif terhadap kontaminan, sehingga dapat memperpendek umur komponen serta fluida jika  kontaminan masuk ke dalam sistem. Karena penggunaan pressure yang tinggi, maka dibutuhkan filter yang dapat menyaring kontaminan dengan baik.

Jenis-jenis Kontaminasi

Jenis–jenis kontaminan yang ada di dalam sistem sering kita tidak sadari keberadaanya karena tidak terlihat ataupun karena kita mengabaikanya, beberapa jenis kontaminan yang sering mencemari sistem yang ada pada unit alat berat dapat kita bedakan menjadi dua bagian yaitu

1. partikel

Pengendalian kontaminasi merupakan langakah pengendalian mencegah masuknya partikel ke dalam sistem yang bukan merupakan bagian dari sistem tersebut, beberapa partikel yang dapat dikategorikan sebagai kontaminan:
a. Kotoran;
b. Cat;
c. Serpihan atau lembaran plastik;
d. Partikel bekas proses pengelasan;
e. Partikel akibat keausan logam; dan
f. Debu rokok dll.

2. Kimiawi

Pada unit alat berat, komponen-komponen yang bergerak pastinya akan menimbulkan efek yang mempengaruhi kondisi unit yang dapat mengurangi performa unit itu sendiri. Proses-proses lain yang terjadi di dalam unit baik itu proses korosi, panas merupakan salah satu proses kimiawi yang menghasilkan material baru yang bersifat kontaminan. Adapun beberapa proses yang dapat berlangsung dan dapat menghasilakn kontaminan baru antara lain:
  • Panas;
  • Air; dan
  • Udara.
Beberapa dealer alat berat menganggap campuran ½ sedok teh debu sudah dapat menjadi kontaminan yang maksimal untuk 55 galon oli Hydraulic yang digunakan. Ini menunjukan bahwa pentingnya kesadaran kita untuk menjaga agar supaya kontaminan tidak mencemari sistem-sistem yang ada pada unit alat berat.

Jika kita bandingkan dengan clearance yang ada pada unit unit alat berat dari dealer bahwa clearancenya berkisar antara 5-30 micron. Suaian ini begitu kecil jika kita bandingakan dengan ukuran rambut manusia yang berkisar antara 80 micron, sehingga suaian yang kecil ini cenderung tidak terlihat oleh mata manusia karena kemampuan mata manusia normal adalah 40 micron.

Suatu perusahaan pembuat pompa melakukan penelitian untuk mengetahui dampak dari kontaminasi pada usia pompa. Grafik menunjukan beberapa informasi yang menarik mengenai kontaminasi. ISO code yang lebih besar, akan memperpendek usia pompa. Jika oli dijaga pada 18/ 15 atau di bawahnya, maka usia komponen akan meningkat drastis.

Sumber-sumber Kontaminasi

Kontaminan dapat bersumber dari beberapa hal antara lain:

a. Desain Produk

Desain produk, tempat perawatan atau perbaikan yang tidak tepat dapat mengakibatkan masuknya kontaminan baru ke dalam sistem yang dapat menggangu kerja sistem baik dalam waktu yang cepat ataupun lambat.

b. Proses pembuatan dan perakitan

Salah satu sumber masuknya kontaminan ke dalam sistem adalah pada saat proses pembuatan atau perakitan unit. Misalnya untuk mengetahui tingkat kebocoran setelah perakitan, factory biasanya menambahkan semacam zat pewarna pada oli atau fluida sehingga apabiba unit telah di kirim ke costumer, maka perlu penggantian oli awal yang biasanya berkisar antara 50–250 jam kerja tergantung dari petunjuk masing-masing operation dan maintenance manual masing-masing unit.

c. Oli Baru

Oli baru, pada saat penyimpanan dan proses penggunaan oli baru ini sangat rentan terhadap kontaminan baru sehingga oli baru tidak kita anggap sudah sangat bersih bahkan kontaminan dapat masuk pada saat produksi oli tersebut. Pada gambar di bawah ini terlihat drum oli baru dengan penempatan yang tidak sesuai pada area kerja yang sangat dimungkinkan masuknya kontaminan ke dalam drum oli tersebut.

d. Kondisi/ Area Kerja Operasi

Kondisi area kerja yang tidak bisa dihindari yang selalu berhubungan dengan kotoran dan debu memungkinkan masuknya kontaminan ke dalam sistem. Oleh karena itu, menjadi sangat penting dilakukan pengecekan kebocoran baik itu kebocoran oli, udara ataupun air.

e. Proses Maintenance dan service

Proses maintenance dan service yang mengabaikan faktor kebersihan dan penggunaan alat serta penempatan alat yang tidak sesuai menjadi salah satu faktor masuknya kontaminan ke dalam sistem yang pada akhirnya dapat menggangu kinerja unit alat berat itu sendiri.

Dampak Kontaminasi

Adapun dampak atau Akibat yang timbul dengan adanya kontaminasi diuraiakan dibawah ini. Beberapa hal yang dapat terjadi jika kita mengabaikan proses pengendalian kontaminasi adalah sebagai berikut:
  1. Umur komponen yang pendek semakin kita mengabaikan proses pengendalian kontaminasi, maka umur komponen maupun fluida akan semakin pendek dan jika dibiarkan terus menerus akan menyebabkan umur unit semakin pendek.
  2. Menurunkan produktifitas alat jika unit sering rusak, maka secara otomatis tidak dapat bekerja dengan maksimal yang pada akhirnya produktifitas alat menurun
  3. Menimbulkan kerusakan yang lebih parah. Jika kita mengabaikan proses kontaminasi control dan membiarkanya, maka akan menimbulkan kerusakan yang lebih parah sehingga down time dan biaya perbaikan semakin tinggi
  4. Meningkatnya biaya warranty
  5. Meningkatnya redo (reworks) job
  6. Terjadinya problem yang berulang dan meningkatkan jumlah kerusakan
  7. Menurunkan kepercayaan costumer
Demikian pemaparan materi Memahami prinsip-prinsip pengendalian kontaminasi di bengkel otomotif yang bisa kami utaran kepada ananda. Semoga bisa bermanfaat.

Post a Comment

Previous Post Next Post

Contact Form